5 Alasan Kenapa Saat Bekerja Itu Adalah Momen Paling Menyedihkan Dalam Hidup

SarjanaBlogger - Pas bocah, kita kepengennya cepet dewasa, tapi entah kenapa pas udah dewasa, kita jadi kepengen kembali bocah. Katanya sih, namanya juga manusia gan, gak pernah puas dengan kondisi yang mereka alami.

1. Waktu banyak dihabiskan buat bekerja

Yap, ketika dewasa dan mulai bekerja, entah bekerja di perusahaan, instansi, atau bekerja sendiri, waktu kita banyak dihabiskan untuk bekerja gan. Bayangin aja, minimal 8 jam, atau sepertiga waktu dalam sehari untuk bekerja. Padahal, waktu kita udah banyak dihabiskan dengan tidur, makan, istirahat, yang bisa memakan setengah hari. 

2. Menganggap uang adalah segalanya

Selain itu, saat kita bekerja, kita akan menganggap uang adalah segalanya. Kenap tidak? Alasan kita bekerja adalah untuk mendapatkan uang, waktu kita habis hanya untuk materi. Demi memenuhi kehidupan sehari-hari, atau bahasa lainnya, demi hidup. Padahal, masih banyak hal lain yang bisa kita dapat di dunia ini tanpa harus bermodalkan materi. Contohnya: berkumpul dengan keluarga tercinta.

3. Bekerja dianggap lebih baik dibanding aktivitas lain

Hal ini tentu membuat kita harus bekerja, dan mengorbankan hal lainnya. Kita lupa berkumpul dengan keluarga, teman, atau sekadar ngobrol ngalor-ngidul dengan orang lain, hanya karena pekerjaan. Kita sibuk berada di depan komputer, membalas email bos, presentasi ke sana-sini, hanya untuk mengeruk kekayaan sebesar-besarnya. Pertanyaannya, apakah ini yang namanya hidup bahagia?

4. Bekerjalah yang membuat kita lelah

Ada kalanya, kita ingin bersenang-senang. Namun, bekerja membuat kita lelah, pulang larut malam hingga larut malam, berangkat dan pulang kantor berjam-jam karena terjebak macet, kerjaan menumpuk yang bisa bikin stres, malah membuat kita capek dan gak bisa ngapa-ngapain. Yang ada, waktu tersisa hanya digunakan untuk memejamkan mata dan istirahat.

5. Hanya ada pekerjaan di otak kita

Kita jadi lupa dengan hal-hal penting lainnya. Karena apa? Karena terlalu banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Kita sibuk memikirkan bagaimana menyelesaikannya, kita sibuk memikirkan bagaimana agar bisa naik jabatan, disukai oleh atasan, dan masih banyak lagi. Hingga, kita lupa kalau masih banyak hal lain yang menunggu kita, menunggu untuk kembali berkumpul bersama.