9 Proses Perjalanan Biji Kopi Dari Benih Hingga Ke Secangkir Kopi

SarjanaBlogger - Antara waktu saat kopi ditanam, dipetik dan sampai pembelian, biji kopi telah melewati serangkaian proses khusus untuk menjadi sebuah biji kopi terbaik. Seperti apa prosesnya? Silahkan baca artikel ini sambil menikmati secangkir kopimu.

1. Planting / Penanaman Buah Kopi

Sebuah biji kopi awalnya adalah benih. Setelah dikeringkan, dipanggang dan digiling menjadi bubuk, proses-proses inilah yang digunakan untuk menyeduh kopi. Jika benih tidak diproses maka dapat ditanam kembali untuk tumbuh menjadi pohon kopi.

Biji kopi umumnya ditanam di lahan besar pembibitan atau perkebunan. Benih-benih akan sering disirami dan ditempat teduhkan dari sinar matahari sampai benih tersebut cukup sehat untuk ditanam secara permanen. Penanaman biasanya dilakukan selama musim hujan, sehingga tanah tetap lembab dan akarnya menjadi kuat.

2. Harvesting / Pemanenan Buah Kopi (Ceri)

Tergantung dari varietasnya, pemanenan akan memakan waktu sekitar 3 sampai 4 tahun untuk pohon kopi yang baru ditanam hingga berbuah. Buahnya disebut ceri kopi yang berubah menjadi warna merah tua dan cerah, artinya kopi sudah matang dan siap dipanen.

Biasanya satu kali panen besar setiap tahunnya. Negara-negara seperti Kolombia dimana ada dua yang berbunga setiap tahunnya, ada tanaman utama dan sekunder.

Di sebagian besar negara, pemanenan dipetik dalam sebuah proses yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan cukup rumit. Meskipun di tempat-tempat seperti Brazil dimana bentang alamnya relatif datar dan lahan kopi yang sangat besar, proses telah dilakukan menggunakan mesin. 

3. Processing / Pengolahan Ceri Kopi

Setelah kopi sudah dipetik, pengolahan harus dimulai secepat mungkin untuk mencegah pembusukan pada buah. Tergantung pada lokasi dan sumber daya lokalnya, kopi diproses dengan salah satu dari dua cara:

- Dry Method atau Metode Kering adalah metode kuno pada pengolahan kopi dan masih banyak digunakan di negara-negara lain yang dimana sumber daya airnya terbatas. Ceri yang baru dipetik disebar pada permukaan yang luas hingga kering di bawah sinar matahari. Kegunaanya adalah untuk mencegah ceri dari membusuk, para pengolah meraup dan mem-bolak-balikkan sepanjang hari kemudian ditutup / dilapisi plastik yang besar pada malam hari atau pada saat hujan untuk mencegah ceri kopi semakin basah. Tergantung pada cuaca, proses ini mungkin berlanjut selama beberapa minggu kedepan untuk setiap sekumpulan kopinya sampai kadar air dari ceri kopi turun menjadi 11%.

- Wet Method atau Metode Basah menghilangkan pulp dari ceri kopi setelah panen sehingga biji kopi dikeringkan hingga hanya kulit parchment (kulit kertas) yang tersisa. Pertama, ceri yang baru dipanen dimasukan melalui mesin pengupas pulp (pulper machine) untuk memisahkan kulit dan pulp dari biji.

Setelah pemisahan, biji diangkut ke wadah besar yaitu tangki fermentasi berisi air. Tergantung pada kombinasi beberapa faktor biji seperti kondisi, iklim dan ketinggian tempat dari biji kopi itu ditanam. Biji-biji tersebut akan tetap berada di tangki dari 12 sampai 48 jam yang fungsinya untuk menghilangkan lapisan licin lendir (disebut parenchyma) yang masih melekat di kulit parchment. Saat biji berada di tangki, secara alami enzim akan menyebabkan lapisan ini terkelupas. Ketika fermentasi sudah selesai, biji akan terasa kasar saat disentuh. Kemudian biji dibilas dengan dimasukkan melalui saluran air tambahan, dan siap untuk proses pengeringan.

4. Drying / Pengeringan Biji

Jika biji telah diproses dengan metode basah, pulp dan hasil fermentasi biji harus dikeringkan sekitar 11% kelembaban dengan benar untuk mempersiapkan biji-biji tersebut bisa dilanjut ke proses penyimpanan.

Biji dalam proses ini masih didalam kulit parchment (endocarp). Bisa dengan dikeringkan dengan sinar matahari, dengan cara menyebarkan biji-biji dimeja pengeringan atau di lantai yang sudah diberi alas, dimana biji-biji akan berubah secara alami. Pengeringan biji kopi dikenal sebagai parchment coffee. Kemudian digudangkan dengan menggunakan karung goni sampai biji-biji tersebut dipersiapkan untuk diekspor.

5. Milling / Penggilingan Biji

- Hulling Machines (mesin penggiling) menghilangkan lapisan parchment (endocarp) dari biji yang telah diolah menggunakan Methode Wet. Penggilingan kopi yang menggunakan Methode Dry lebih berfokus kepada menghapus seluruh kulit ari yang mengering dari exocarp, mesocarp dan endocarp dari ceri yang sudah kering.
- Polishing (pemolesan) adalah proses opsional dimana setiap kulit perak yang tersisa pada biji setelah penggilingan dihilangkan oleh mesin. Sementara biji yang dipoles dianggap lebih unggul dari biji yang tidak dipoles. Pada kenyataannya, hanya sedikit perbedaan diantara keduanya.
- Grading and Sorting (gradasi dan pemilahan) dilakukan dengan cara mengukur ukuran dan berat biji. Dan biji juga ditinjau dari warna yang cacat atau ketidaksempurnaan lainnya.

7. Tasting / Mencicipi Kopi

Kopi berulang kali diuji untuk kualitas dan rasanya. Proses ini disebut sebagai coffee cupping dan biasanya berlangsung di ruang yang dirancang khusus untuk mempermudah proses.

8. Roasting / Pemanggangan Biji Kopi

Roasting atau pemanggangan adalah sebuah proses dimana merubah green bean (biji kopi hijau) menjadi biji cokelat beraroma seperti yang kita beli di coffee shop favorit atau cafe. Kebanyakan mesin roasting menjaga temperatur sekitar 550 derajat Fahrenheit. Biji yang terus bergerak disepanjang seluruh proses yang berfungsi agar biji kopi terjaga dari pembakaran (gosong).


9. Grinding / Menggiling Biji Kopi

Tujuan dari menggiling tepatnya adalah untuk mendapatkan rasa yang terdapat di dalam secangkir kopi. Gilingan bubuk kopi yang kasar atau halus tergantung pada metode penyeduhan (brewing).

10. Brewing / Penyeduhan Kopi

Untuk menguasai cara menyeduh kopi, baca panduan kami untuk tips dan metode tentang bagaimana cara membuat secangkir kopi yang nikmat. Selamat menikmati kopimu !