Ada Pohon Natal Raksasa di Irak


SarjanaBlogger - Yassir Saad adalah seorang muslim. Namun, pengusaha asal Irak tersebut berinisiatif mendirikan pohon Natal raksasa di Baghdad. Pohon Natal palsu itu memiliki tinggi 26 meter dan diameter 10 meter itu didirikan di pusat sebuah taman hiburan di ibukota Irak tersebut.

Ada alasan mengapa Saad rela merogoh kantongnya dalam-dalam. Uang sebesar US$ 24 ribu atau Rp 321 juta (dengan kurs 1 dolar setara Rp 13.378) ia keluarkan untuk membuat pohon Natal itu.

Pria itu mengatakan, ada tujuan di balik aksinya tersebut. Pertama, "sebagai solidaritas untuk saudara-saudara umat Kristiani yang merayakan hari raya," kata dia seperti dikutip dari Telegraph, Senin (19/12/2016). Alasan lain, kata dia, untuk membantu rakyat Irak melupakan penderitaan mereka. "Terutama terkait pertempuran di Mosul," Saad menambahkan. 

Pasukan Irak yang didukung koalisi internasional masih terus menyerbu ISIS yang menjadikan Mosul sebagai 'benteng terakhirnya' di negara tersebut.  Sejumlah orang yang menyaksikan pohon Natal tersebut mengaku kagum. "Pohon itu mewakili cinta dan perdamaian," kata Saba Ismael, seorang guru yang menemani murid-muridnya mengambil gambar di depan ornamen tersebut.

"Saya berharap semua pemeluk Kristiani Irak bisa kembali ke sini, hidup normal dan damai." Ribuan umat Kristiani lari dari Mosul dan sekitarnya ketika ISIS mencaplok wilayah Irak utara pada musim panas 2014.

Saat sebagian kota di sekitar Mosul berhasil dikuasai kembali oleh pasukan pemerintah, warga Kristiani yang kembali ke kampung halamannya menemukan bahwa rumah dan gereja mereka dalam kondisi hancur lebur.

Semangat solidaritas tak hanya ditunjukkan seorang pengusaha di Irak. Jelang Natal, sebuah masjid di London, Inggris menyumbangkan 10 ton makanan bagi para tunawisma. Dilowar Khan, Direktur Eksekutif the East London Mosque, menjelaskan kegiatan amal ini dilandasi oleh rasa kemanusiaan.

"Sangat menyentuh menyaksikan begitu banyak jemaah membawa makanan ke masjid untuk disumbangkan. Ini sebuah pertanda baik dari sisi kemanusiaan," ujar Khan seperti dikutip dari Telegraph. Sementara, Jehangir Malik, Direktur Utama Muslim Aid mengatakan, langkah pemerintah untuk meringankan penderitaan sesama.

Kami sebagai lembaga amal muslim ingin melakukan sesuatu untuk membantu orang-orang paling terkena dampak krisis pada momentum Natal, tak peduli keyakinan atau latar belakang mereka, kata Malik.