Foto-foto Seram dengan Kisah Menarik Dibaliknya

SarjanaBlogger Foto ini diambil pada tahun 1895 oleh seorang penjelajah/fotografer amatir bernama Oren Jeffries saat menjelajahi bagian yang belum ada di peta di Grand Caverns, Barat Daya Virginia. Pada saat foto ini diambil, Jeffries sedang melakukan eksperimen fotografi, menggunakan eksposur super panjang untuk melihat apakah ada sesuatu yang dapat ditangkap dalam kondisi gelap total, atau dikenal sebagai kondisi "cave darkness" (kegelapan gua). Dia akan menempatkan dirinya di permukaan tanah, memadamkan lentera, dan kemudian membuka lensa kamera box buatannya sendiri selama ia bisa bertahan dalam kegelapan. Dalam salah satu eksperimen ini, dia mendengar sesuatu dari dalam gua.

Mahluk aneh yang menyeramkan
Karena ketakutan, Jeffries meninggalkan eksperimennya dan menyalakan salah satu lampu "Blitzlicht" yang ia gunakan untuk mengambil foto secara tradisional di bawah tanah. Menurut laporan yang ia kemudian berikan kepada sebuah koran lokal, Jeffries melihat tiga makhluk "humanoid" menatapnya dari kegelapan. Dengan cepat Jeffries kabur dan tidak berhenti sampai ia keluar dari gua tersebut. Beberapa hari kemudian, ia kembali dengan tiga orang lainnya untuk mengambil kamera kotaknya. Ini adalah gambar yang ada dalam film kamera miliknya.

Hantu Sarah Eustace
Danvers State Hospital (sebelumnya Danvers State Lunatic Asylum) adalah rumah sakit jiwa bergaya Kirkbride yang dibangun pada tahun 1874 di daerah yang sebelumnya adalah sebuah tempat terisolasi di pinggiran Massachusetts. Seperti semua rumah sakit jiwa Kirkbridge, RSJ ini terkenal dengan arsitektur gothic dan penggunaan teknik medis kuno untuk mengobati kegilaan. Danvers sering disebut sebagai tempat kelahiran "pre-frontal lobotomy".

RSJ Danvers ternyata cukup terkenal. RSJ ini adalah inspirasi untuk lokasi fiksional "Arkham Sanatorium" yang muncul di beberapa cerita yang dibuat oleh H.P. Lovecraft yang kemudian mengilhami "Arkham Asylum" di dalam cerita Batman. Di tempat ini juga film horor "Session 9" difilmkan.

Film ini menggunakan jaringan luas terowongan bawah tanah Danvers untuk efek sinematik yang baik. Bukan kebetulan pembuat film memilih untuk menggunakan terowongan ini, karena rumor hantu yang bergentayangan di terowongan ini telah menghantui Danvers selama lebih dari seratus tahun. Cerita yang paling terkenal menyangkut Sarah Eustace, seorang pasien yang melarikan diri pada tahun 1955 dan menyelinap ke dalam terowongan. Meskipun dilakukan beberapa pencarian, dan penguncian RSJ ini selama seminggu, Sarah tidak pernah terlihat lagi. Ia diasumsikan meninggal di sana, tersesat, kehausan, dan sendirian.

Seorang perawat di Danvers bernama Gail Malloy menjadi terobsesi dengan cerita Sarah dan menghabiskan banyak jam liburnya menjelajahi terowongan itu untuk mencari jenazahnya. Meskipun dia tidak pernah menemukan mayatnya, dia mengambil foto ini pada akhir 1966, yang menunjukkan Sarah Eustace masih berjalan di sekitar terowongan Danvers sampai hari ini.

Potret Keluarga Stevenson

Siapa bilang hantu tidak memiliki rasa humor? Keluarga Stevensons adalah keluarga kaya di Boston, kebanggaan perindustrian dan terkenal karena umur panjang yang dimiliki sebagian besar anggota keluarganya. Potret ini, yang diambil pada tahun 1945, adalah upaya untuk mengumpulkan anggota keluarga Stevenson yang paling tua, bersama dengan salah satu yang termuda. Emelia (tengah), berusia 102 tahun, diberikan kehormatan menjadi "Matriarch" (Ibu pemimpin keluarga). Sementara si kecil Ophelia adalah anak paling muda dengan usia delapan belas bulan.

Apa yang keluarga Stevenson tidak sadari sampai foto ini dicetak adalah salah satu anggota keluarga mereka yang sudah meninggal, James Pullman Stevenson (1835-1932), duduk di sebelah kiri antara keponakannya Ginny dan sepupunya Alfred, yang dengan mudah dikenali oleh beberapa orang yang ikut berfoto, dan mengingatnya sebagai seorang paman yang jahil dan dikenal akan kejahilan dan lelucon kotornya.

Mata Lily Palmer
Lily Palmer baru berumur kurang dari 4 tahun ketika ia mengalami apa yang dokter sebut "acute onset of sensory hallucinations" (serangan halusinasi sensorik akut) Foto ini, yang diambil oleh ibu Lily, Annette pada malam Halloween 1952, konon menangkap awal mula kedatangan penyimpangan Lily. Lily dan pengasuhnya yang berasal dari Filipina yang sedang berkeliling melakukan "trick or treat", ketika ia tiba-tiba menjerit dan mulai mencakar matanya.

Butuh beberapa waktu sebelum ia cukup tenang untuk berbicara, tapi ketika ditanya apa yang dia lihat, Lily berulang kali berbicara tentang "sesuatu yang merayap di dalam matanya". Beberapa hari kemudian, saat sedang tidak diawasi di kamarnya, Lily menusuk kedua matanya dengan salah satu jarum rajut milik ibunya.

Setelah menerima perawatan medis, dia dievaluasi, lalu diserahkan ke rumah sakit jiwa, dan tetap seperti itu selama sisa hidupnya, pertama di Bellevue (di bagian timur Manhattan), dan kemudian di Rockland Psychiatric Center di Orangeburg, di mana ia menetap disana sampai dia meninggal akibat serangan jantung pada bulan Maret tahun 2001. Sebuah wawancara telepon ke salah satu mantan pengasuh Lily di Rockland mengatakan bahwa peristiwa yang paling traumatis terjadi setiap malam Halloween, tetapi sebagian besar hidupnya ia mengemis dan memohon kepada staf untuk membantunya "mengeluarkan benda ini dari dalam matanya".