Ini 4 Keindahan Alam Langka yang Hanya Ada di Selandia Baru

Selandia Baru memiliki segudang keindahan alam yang menarik. Mulai dari keunikan Tokatoka Peak di Northland hingga pahatan Fyord di pantai selatan. Selandia Baru merupakan negara dengan lingkungan alam yang dinamis. Diapit dua samudera dan terletak di Pasific Ring of Fire, membuat negara yang menjadi tempat pengambilan gambar film The Hobbit ini memiliki pemandangan dan fenomena alam yang tak biasa. 

Di Selandia Baru pesisir selatan misalnya, di tempat ini Anda bisa menyaksikan gletser yang bisa membuat orang terkagum-kagum saat melihatnya. Sedangkan di pesisir utara merupakan kawasan vulkanik aktif, dengan jajaran gunung berapi yang bisa menjadi pilihan destinasi wisata petualangan Anda. Seperti dilansir dari Newzealand.com, Rabu (20/4/2016), berikut beberapa fenomena alam langka yang hanya bisa disaksikan dari Selandia Baru yang indah.

Fox Gletser

Dengan panjang lebih dari 13 kilometer, Fox Gletser memiliki ketinggian sekitar 2.600 meter. Menerima salju setinggi 30 meter tiap tahunnya, gletser ini menjadi unik lantaran memiliki kedalaman hingga ratusan meter. Dengan ketebalan hingga 300 meter, wisatawan yang menjamahi bagian dalam gletser bagaikan hidup di rumah es yang abadi.

Craters of The Moon

Craters of The Moon merupakan tempat menarik yang dibuka untuk wisatawan berupa lembah berkawah yang terus mendesis karena uap panas. Dari tempat ini kekuatan panas dari perut bumi tak pernah habis. Saat berkunjung ke tempat ini, kabut uap seolah berputar menyelimuti Anda. Rasakanlah panas bumi dari tepi jalur dan amatilah keajaiban pemandangan kawah lumpur mendidih.

Moeraki Boulders

Di Moeraki yang terletak di 40 kilometer sebelah selatan Oamaru, Anda akan dibuat kagum oleh bebatuan raksasa yang tersebar di sepanjang pantai. Uniknya bebatuan pantai ini memiliki tinggi hingga 2 meter. Menurut legenda, batuan tersebut adalah labu yang terdampar di pantai dari sampan Araiteuru yang rusak saat mendarat di Selandia Baru ratusan tahun silam.

Namun jika dipandang dari sisi ilmiah, bebatuan tersebut tercipta dari konkresi kalsium karbonat yang terbentuk hampir ratusan tahun silam. Sama halnya dengan pembentukan mutiara, kristalisasi kalsium dan karbonat di sekitar partikel berlangsung secara bertahap selama empat juta tahun. Untuk sampai ke lokasi ini, Anda harus menyusuri hutan asli. Jika beruntung, Anda juga bisa menyaksikan lumba-lumab Hector yang sedang bermain di tengah ombak.

Putangirua Pinnacles Scenic Reserve

Tempat terpencil yang digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar film “Paths of the Dead” ini sekitar tujuh tahun yang lalu adalah sebuah pulau. Saat pegunungan terkikis, kerikil dan bebatuan runtuh, sehingga membentuk lapisan sedimen. Dalam ratusan ribu tahun terakhir, lapisan batuan purba Putangirua terhantam hujan dan banjir. Sebagian sedimen tetap utuh, dan kini dikenal dengan nama Putangirua Pinnacles.

Untuk menemukan lokasi tebing purba ini, Anda bisa berkendara sekitar 13 kilometer di sepanjang Cape Palliser Road. Dilengkapi dengan tempat berkemah, cagar alam ini memiliki tiga jalur untuk mencapai puncak.