Ohaguro , Seni dari jepang yang dipercaya sampai saat ini

SarjanaBlogger - Pada zaman Heian yaitu abad-8 hingga ke-12, kepopuleran Ohaguro kian meningkat dengan tradisi tersebut dipraktekkan oleh para wanita bangsawan dan sejumlah sosok penting dalam kerajaan.
Simbol kecantikan bukanlah satu-satunya aspek yang membuat gigi hitam sebuah keharusan bagi kaum perempuan. Semakin hitamnya warna gigi menunjukan bahwa wanita tersebut sudah beranjak dewasa.


Selain itu, praktik Ohaguro juga dipercaya mampu melindungi gigi dari segala macam penyakit seperti rongga atau bolong seperti yang kerap dihadapi masyarakat modern di era sekarang.
Namun, tradisi mulai hilang ketika pemerintahan di zaman Meiji melarang praktiknya pada tahun 1870 silam. Pelarangan itu sebagai salah satu upaya untuk membuat negaranya jauh lebih modern.


Cairan Ohaguro berasal dari asam asetat yang disebut Kanemizu. Cara membuatnya adalah dengan mencampur kurang lebih 1,5 liter air hangat dengan setengah cawan sake.
Setelah itu masukan hasil campuran air dan sake ke dalam loyang yang terbuat dari bahan besi yang sudah dipanaskan hingga merah menyala dan biarkan selama 5-6 hari.
Setelah beberapa hari, buih akan bermunculan di atas campuran tersebut, sisihkan lalu masukkan ke dalam cawan kecil dan letakkan di dekat api.

Setelah dihangatkan, campurkan dengan bubuk buah tanaman pohon nurude dan bubuk besi. Hasil dari campuran yang terakhir inilah yang kemudian dioleskan pada gigi secara merata.
Pemakaian yang teratur dan berulang kali akan membuat gigi hitam menjadi hitam permanen. Ini terbukti dengan banyaknya gigi dari jasad tulang manusia zaman Edo yang ditemukan masih berwarna hitam pekat sampai sekarang.