Perbedaan Es Krim dan Geloto



SarjanaBlogger - Es krim dan gelato sepintas memang mirip. Banyak juga yang mengatakan keduanya adalah jenis-jenis es krim. Tapi nyatanya, es krim dan gelato berbeda, baik dari bahan maupun proses pembuatan.

1. Es Krim










Es Krim sesuai namanya memiliki rasa krim yang kuat. Bahan dasarnya, selain krim ialah kepala susu (bukan susu), dan kuning telur. Proses pencampuran bahan-bahan ini adalah dengan diaduk secara cepat dan kuat. Pengadukannya menggunakan mesin. Ini membuat banyak gelembung udara masuk ke bahan yang sedang diaduk.
Seporsi es krim dalam proses pengadukannya bisa mengembang 25 hingga 90 persen. Sederhananya semakin padat sebuah es krim semakin bagus kualitasnya. Es krim kualitas premium bisa hanya mengembang sekitar 25 persen. Es krim didinginkan dengan suhu minus 20 hingga minus 12 derajat celcius. Ini yang menyebabkan es krim terasa tajam di lidah.Namun ini juga yang membuat es krim lebih tahan lama. Secara rasa, es krim lebih kuat rasa krimnya. Teksturnya juga lebih lembut dan mudah hancur karena tinggi kandungan gelembung udara. Sementara, kandungan lemak es krim berkisar antara 12-14 persen.

2. Gelato

Gelato sebenarnya adalah bahasa Italia yang berarti es krim. Kata gelato sendiri berasal dari kata 'congelati' yang berarti beku. Meski demikian dalam perjalanannya gelato menjadi jenis tersendiri. Gelato dibuat dari susu, gula, kuning telur, dan air. Karena bersifat 'home made', dalam hal bahan baku gelato lebih dinamis.

Beberapa juru masak menciptakan gelato dengan tambahan kacang. Beberapa lainnya menghilangkan unsur kuning telur atau susu. GROM sendiri menjual berbagai jenis gelato, ada yang tanpa susu, tanpa kuning telur, atau tanpa kacang. Gelato diaduk dengan kecepatan pelan. Ini membuat teksturnya lebih padat. Kemudian dibekukan pada suhu yang lebih panas, sekitar minus 10 derajat celcius. Dengan suhu ini, gelato tak tahan lama dan mudah cair.

Untuk rasa gelato tak tajam di lidah. Teksturnya juga padat. Rasa susunya lebih terasa. Kandungan lemak pada gelato sangat rendah. Menurut Guido, hingga saat ini belum ada standar baku berapa kisaran lemak yang tepat agar sebuah olahan bisa disebut gelato. Tapi, sejauh ini rata-rata kisaran lemak gelato di bawah 10 persen. Gelato berkualitas tinggi bahkan hanya mengandung 1-3 persen lemak.

Untuk membandingkan mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi, kita perlu melihat kembali bahan dasar yang digunakan untuk membuat es krim dan gelato. Gelato lebih banyak menggunakan bahan dasar susu. Sedangkan es krim lebih banyak menggunakan bahan dasar krim. Sehingga apabila kita bandingkan antara keduanya, es krim memiliki kandungan lemak lebih banyak daripada gelato. Namun meskipun demikian, tidak disarankan juga untuk mengkonsumsi gelato secara berlebihan. Konsumsi gelato secara berlebihan tetap dapat memicu kegemukan. Bagi anda yang memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi makanan penutup, anda dapat memilih gelato sebagai makanan penutup anda.