5 Penguasa yang Bertakhta Hanya Sekejap Mata

SarjanaBlogger - Sejarah kepemimpinan dunia selalu menarik untuk disimak. Selain kemampuannya, hal lain yang biasa dilihat dari seorang pemimpin adalah lama jabatannya.

Beberapa penguasa di dunia dikenal telah memerintah atau menjadi seorang kepala dalam waktu yang lama. Sebut saja Ratu Elizabeth dua yang telah memerintah Kerajaan Inggris selama lebih dari 64 tahun. Namun sejumlah tokoh ini hanya memimpin dalam waktu singkat karena disebabkan beberapa hal, misalnya saja meninggal akibat sakit atau pembunuhan.

Berikut 5 Penguasa yang bertahta hanya hitungan hari

1. Paus dengan Masa Jabatan Tersingkat

Paus Urban VII meninggal hanya 13 hari setelah diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik pada tahun 1590. Pria yang lahir dengan nama Giovanni Battista Castagna itu dikenal memiliki reputasi besar sebagai seorang yang alim, bijaksana, dan sopan, sehingga orang-orang berharap bahwa ia akan menjadi Paus yang hebat.

Dalam hari-hari pertama kerja, ia membuat daftar orang-orang kurang mampu di Roma, sehingga dirinya dapat membantu mereka. Ia juga memerintahkan tukang roti Roma untuk memanggang roti berukuran lebih besar dan menjualnya dengan harga lebih murah, meski Paus Urban harus mengeluarkan uang pribadinya sendiri.

Namun hanya beberapa hari diangkat menjadi Paus dan bahkan sebelum menjalani penobatan, ia menderita sakit parah. Setelah memerintah selama 13 hari, Paus Urban meninggal pada 27 September 1590 di usia 69 tahun.

2. Raja dengan Masa Pemerintahan Tersingkat

Louis-Antoine merupakan anak laki-laki tertua Charles X. Setelah ayahnya memutuskan untuk turun takhta, dengan segera ia menggantikan posisi tersebut.

Namun jabatan itu hanya berlangsung selama 20 menit. Pasalnya, pria kelahiran Versaille 6 Agustus 1775 itu menandatangani kertas yang menegaskan bahwa ia juga turut turun takhta.

3. Ratu dengan Masa Jabatan Tersingkat

Edward VI of England dilantik menjadi raja saat berusia 9 tahun. Selama masa pemerintahannya, kerajaan diatur oleh Regency Council. Dewan tersebut pertama kali dipimpin oleh Edward Seymour dan digantikan oleh John Dudley. 

Pada Februari 1553, Edward yang kala itu berusia 15 tahun jatuh sakit. Ketika sakitnya bertambah parah, Dudley yang takut kehilangan kekuasaannya berencana untuk menempatkan sepupu Edward VI, Lady Jane Grey, untuk naik takhta.

Untuk memastikan tempatnya di istana, ia memaksa Lady Jane untuk menikah dengan anaknya.

Perempuan itu dilaporkan pingsan ketika diberi tahu bahwa ia menjabat sebagai ratu. Meski sempat memerintah monarki, namun karena kurangnya dukungan masyarakat, Lady Jane hanya menjadi ratu selama sembilan hari.

Selain Lady Jane Grey, ratu kedua yang memiliki jabatan tersingkat adalah Berengaria of Castile (Spanyol). Jabatannya sebagai ratu hanya berlangsung kurang dari tiga bulan setelah ia memutuskan untuk turun takhta.

4. Presiden Tersingkat Amerika Serikat

William Henry Harrison meninggal hanya satu bulan setelah menjabat sebagai Presiden ke-9 AS pada 1841. Harrison bersikeras menyampaikan pidato inagurasi yang sangat panjang dalam kondisi cuaca yang sangat dingin dan tak memakai topi atau mantel.

Tak lama setelah itu, Harrison diyakini terjangkit pneumonia dan meninggal satu bulan setelahnya. Namun baru-baru ini terdapat analisis yang menyebut bahwa demam enterik yang dialaminya disebabkan karena air di Gedung Putih yang bercampur dengan limbah.

Selain Harrison, James Garfield yang merupakan Presiden ke-20 Amerika Serikat, menjadi Presiden AS ke dua yang memilki jabatan tersingkat, yakni enam bulan 15 hari.

5. Pemimpin Kekaisaran Tersingkat

Salah satu sosok yang memerintah sebuah kekaisaran dalam waktu tersingkat adalah Napoleon II. Putra satu-satunya dari Napoleon Bonaparte itu bergelar Kaisar Prancis ketika dirinya berusia 4 tahun, di mana gelar tersebut didapatkan setelah ayahnya mengalami kekalahan dan turun takhta di Waterloo pada 1815.

Ia dibesarkan di pengasingan bersama ibunya di Austria, hanya 16 hari sebelum monarki sementara Prancis dipulihkan dengan hadirnya Louis XVIII. Dengan kata lain, ia hanya 16 hari bertakhta.

Napoleon menghabiskan hari-harinya di Austria dan diberi gelar Duke of Reichstadt pada 1818. Namun, Napoleon II meninggal pada usianya yang ke 21 tahun akibat TBC.

Selain Napoleon II, Taicang yang merupakan Kaisar ke-14 Dinasti Ming menjabat dalam waktu singkat, yakni selama 29 hari, setelah dirinya meninggal karena sakit.