Taukah anda seberapa bahaya jika terjadi perubahan iklim pada Indonesia

Kacang tanah

SarjanaBlogger - Salah satu jenis makanan yang satu ini mungkin udah menjadi cemilan sehari-hari dengan harga yang sangat terjangkau. Tapi jangan dikira jika keberadaan kacang bakal berlangsung terus. Karena nyatanya, dilansir dari USA Today, perubahan iklim dan pemanasan global bisa mengancam keberadaan tanaman kacang. Bahkan, diperkirakan di tahun 2055 nanti, lebih 60 persen jenis tumbuhan kacang liar akan punah. Tumbuhan ini memang membutuhkan lahan yang rata dengan cuaca yang tidak panas, sehingga agak menyulitkan juga bagi tumbuhan kacang untuk dapat terus tumbuh di tengah perubahan iklim yang semakin panas.

Ikan

Keberadaan berbagai jenis makhluk hidup di lautan juga terancam akibat kondisi bumi yang semakin memburuk. Ditambah dengan maraknya pencemaran air laut serta penangkapan ikan secara berlebihan turut membuat populasi ikan-ikan di laut semakin berkurang. Bahkan sepertinya gak butuh waktu yang lama untuk membuktikan bahaya dari fenomena ini. Dilansir dari BBC, diperkirakan populasi ikan-ikan di laut hanya mampu bertahan kurang dari 50 tahun dari sekarang.Apalagi Mneteri kita sekarng , seikit2 tenggelamkan kapal , itukan ampasnya mencemar lautan.

Coklat

Biji kakao yang menjadi bahan pokok dalam pembuatan makanan cokelat membutuhan topografi dengan ketinggian tertentu agar bisa tumbuh dan berbuah. Sayangnya dengan keadaan suhu bumi yang semakin memanas, laporan dari International Center for Tropical Agriculture menyatakan bahwa di tahun 2050 nanti akan dibutuhkan dataran yang lebih tinggi lagi untuk menanam tanaman ini. Imbasnya, biaya produksi akan menjadi semakin mahal dan akan semakin sulit bagi kita untuk menikmati makanan manis yang menjadi favorit semua orang ini.

Padi

Sebagai asupan karbohidrat utama masyarakat Asia termasuk Indonesia, nyatanya keberadaan nasi gak luput dari ancaman bahaya perubahan iklim juga lho. Laporan dari Food and Agriculture Organization menyatakan bahwa perubahan iklim yang berdampak pada perubahan pola musim hujan, yang akhirnya mempengaruhi produksi panen beras. Peristiwa ini sudah bisa diprediksi bisa menyebabkan hasil panen kian berkurang. Bahkan dampaknya sendiri sudah bisa kita rasakan saat ini.

Kentang

Sebagian besar masyarakat Barat yang juga bergantung dengan makanan kentang akhirnya juga ikut terancam. Dilansir dari Vice, temperatur udara yang semakin meningkat menyulitkan kentang untuk diproduksi karena membutuhkan lingkungan dengan suhu tertentu supaya bisa tumbuh. Para petani kentang di Peru misalnya, akibat dampak dari pemanasan global akhirnya memaksa mereka untuk menanam kentang di daratan yang lebih tinggi lagi.

 dampak pemanasan global emang gak bisa disepelekanGak cuma alam, namun keberlangsungan kita juga ikut terancam, salah satunya dari aspek pangan. Sudah saatnya kita lebih memperhatikan lingkungan, dan jangan lupa untuk gak menyia-nyiakan makanan. Karena kita gak tahu sampai kapan kita bisa menikmatinya lagi.