5 Alasan Kenapa Kamu Tidak Bisa Orgasme Saat Bercinta


Ceriwis.info - Bagi pria, ejakulasi merupakan puncak kenikmatan saat berbagi kasih lewat sentuhan bersama pasangan. Sebagian besar laki-laki merasa belum puas, uring-uringan, dan bahkan menjadi emosional jika belum mengeluarkan spermanya dalam waktu seminggu. Wajar memang, tapi ternyata hal ini juga kerap dialami para perempuan. 

Perempuan juga sebenarnya menganggap orgasme sebagai hal yang penting dalam berhubungan badan. Meskipun jarang perempuan yang jujur jika belum terpuaskan oleh pasangannya, mereka sebenarnya mendambakan kenikmatan yang lebih. Bukan hanya sekadar membuat pasangannya 'keluar,' tapi perempuan pun ingin terpuaskan. Masalahnya, banyak perempuan yang mengeluh belum terpuaskan oleh sang suami. Bahkan mencapai orgasme pun tidak. Sebagian perempuan malah berpikir kalau mereka tidak normal karena tidak bisa mencapai orgasme. Buat kamu yang sedang mengalami hal menyebalkan ini, Bintang.com akan membahas alasannya kenapa kamu tidak bisa mencapai orgasme, meskipun sudah berusaha dengan berbagai cara. 

Terburu-buru melakukan foreplay
Banyak orang yang tak sadar kalau foreplay itu sangat penting. Bukan saja untuk saling berbagi sesi romantisme dengan pasangan, tapi juga akan membuat pergerakan penis menjadi lebih mudah dan licin. Banyak laki-laki yang tidak tahu kapan perempuan siap untuk melakukan penetrasi. Mungkin, karena kalian atau pasanganmu sudah tidak sabar, sehingga melewati foreplay begitu saja. Cobalah untuk menikmati sedikit lebih lama saat berciuman dan bermesraan. Ini akan membantu area vagina dan klitorismu lebih siap melakukan penetrasi. 

Kamu tidak fokus saat bercinta
Jangan dikira bercinta tidak butuh konsentrasi yang tinggi. Meskipun bermain dengan imajimu diperbolehkan, jangan sampai apa yang kamu lihat dan pikirkan justru membuyarkan konsentrasimu. Seperti halnya kamu merasa perutmu terlalu banyak bergoyang saat melakukan penetrasi. Atau kamu berpikir kalau lengan pasanganmu tak berotot dan sama sekali tidak seksi. Jangan sampai hal-hal kecil mengganggu suasana panasmu dengan pasangan. Ini juga akan menjadi a big turn off saat kalian bercinta. Kamu tidak mau, kan, tiba-tiba suasana hati berubah menjadi jelek hanya karena hilang fokus.

Melupakan klitorismu
Selain G-spot, kamu punya banyak titik sensitif yang akan membuatmu 'melayang' jika disentuh dan dibelai pasanganmu. Seperti area tengkuk, leher, puting, paha bagian atas, dan yang paling penting adalah klitoris. Menurut seorang seksolog asal Islandia-Amerika, Yvonne K. Fulbright, jarang perempuan bisa mencapai orgasme tanpa menyentuh dan menekan klitoris. Kamu tidak bisa hanya mengandalkan 'kerja' pasanganmu. Tidak ada salahnya jika kamu sendiri yang menyentuh klitoris atau C-spotmu saat si dia melakukan penetrasi. Orgasme bukan hanya tugasnya, tapi kamu harus 'memilikinya' sendiri. 

Lupa pipis sebelum berhubungan intim
Pada saat penis menggesek G-spotmu, sebagian besar perempuan akan merasa ingin buang air kecil. Sebenarnya, ini hal yang wajar bagi para kaum hawa. Soalnya, menurut pakar seks sekaligus penulis You Can Be Your Own Sex Therapist, Carole Altman, PhD, G-spot memang dikelilingi oleh kelenjar Skene yang terhubung ke kantung kemih. Pada saat perempuan mencapai klimaks, muncul rasa ingin pipis. Meskipun yang keluar bukan cairan urin, banyak perempuan yang justru menahan orgasme karena takut urin yang keluar. Karena itu, ada baiknya kamu pergi pipis sebelum berhubungan badan. Sehingga kamu bisa lebih santai dan tidak menahan klimaks karena takut urin keluar. 

Terlalu sering mengubah posisi seks
Mencari posisi seks memang sangat menyenangkan. Setiap posisi seks pasti memiliki sensasi yang berbeda. Tapi, terlalu banyak mengganti posisi seks justru bikin kamu sulit untuk mencapai orgasme. Untuk mencapai klimaks yang sungguh nikmat, kamu perlu stimulasi pada tempat yang tepat secara simultan. Jadi, jika kamu sudah menemukan posisi yang nyaman, usahakan jangan mengganti posisi dulu. Tunggu hingga kira-kira kalian jenuh dan kira-kira tidak lagi menyenangkan.