Awas, Minuman Energi Picu Diabetes dan Insomnia


Ceriwis.info - Masih sering konsumsi minuman berenergi karena iklan yang menggoda? Sebaiknya Anda ketahui juga apa efek samping minuman tersebut bagi kesehatan. Walau rasanya enak, manis, dan menyegarkan, percayalah bahwa itu hanya nikmat di awal saja.

Umumnya, minuman yang diklaim bisa memberi tenaga ekstra untuk tubuh tersebut mengandung kafein, taurin, vitamin, dan glukosa. Bahan tersebutlah yang bisa memberi Anda lebih banyak semangat dan energi usai mengonsumsinya.

Padahal komposisi yang paling banyak memberi efek negatif bagi tubuh adalah kafein serta gula itu. Apalagi di beberapa merk minuman, kadarnya jauh melebihi batas yang sebaiknya dikonsumsi per minum.

Untuk orang dewasa, per hari cukup 400 mg saja kafein yang dianjurkan. Anda bisa perkirakan sendiri jika per botol minuman berenergi mengandung 200 mg, berapa batas konsumsi untuk Anda. Jika berlebih maka dapat memengaruhi kerja jantung dan organ tubuh lainnya.

Berikut ini beberapa risiko gangguan kesehatan yang bisa terjadi bila Anda mengonsumsi minuman berenergi secara berlebihan:

Gangguan jantung

Risiko lebih besar dialami pada orang yang sebelumnya telah mempunyai riwayat gangguan jantung. Konsumsi minuman tersebut bisa menimbulkan kenaikan tekanan darah, yang sudah pasti bukan hal yang baik bagi penderita.

Insomnia

Kafein lagi-lagi jadi kambing hitam dari masalah insomnia atau sulit tidur ini. Di saat tubuh sebenarnya membutuhkan istirahat, efek dari minuman tersebut bisa bertahan lama dan mencegah Anda untuk tidur.

Diabetes

Pemicunya adalah kadar gula yang tinggi. Apalagi ditambah dengan konsumsi makanan lain yang juga mengandung gula, jika diakumulasi jumlahnya bisa melebihi batas normal anjuran asupan gula per hari untuk Anda. Ini adalah salah satu pemicu defisiensi insulin, dan jadi penyebab diabetes.

Kafein yang Anda konsumsi juga menimbulkan efek ketergantungan, yang makin hari makin bertambah dosisnya. Jadi, lebih baik jika tidak membiasakan diri mengonsumsi minuman berenergi sebab ada banyak kerugiannya untuk kesehatan bukan?