Terowongan Gaza Bekas Konflik Kini Jadi Objek Wisata

Ceriwis.info - Objek wisata memang tak melulu terbatas pada keindahan alam saja, seperti gunung, pantai, atau padang pasir, serta fenomena-fenomena unik, misalnya lubang api abadi yang disebut sebagai Door to Hell di Turkmenistan. Ada juga objek wisata buatan manusia, seperti tempat rekreasi maupun wisata-wisata sejarah dan budaya.

Terowongan ini saksi dari Operation Protective Edge

Operation Protective Edge atau disebut juga dengan Miv’tza Tzuk Eitan dalam bahasa Hebrew, merupaka sebuah operasi militer yang dilakukan oleh Israel pada tanggal 8 Juli 2014 di Gaza. Operasi militer ini dilakukan untuk melindungi warga sipil dari serangan roket yang diluncurkan untuk menghancurkan kota-kota dan bangunan di Israel. Operasi militer ini sendiri berlangsung selama 7 minggu dan berakhir pada tanggal 26 Agustus 2014.

Musuh juga menargetkan untuk melakukan invasi di Gaza dan ingin menghancurkan sistem terowongan bawah tanah di Gaza. Pada masa operasi ini, diluncurkan banyak sekali roket dan mortar, hingga berjumlah 4.564 buah yang sebagian besar menghancurkan tanah kosong di Gaza.

Kondisi terowongan masih utuh dan cukup baik

Setelah konflik yang terjadi pada tahun 2014 itu berakhir, kondisi terowongan yang digunakan Hamas untuk mempertahankan diri masih cukup baik. Meski banyak korban meninggal dari Operation Protective Edge dan banyak bangunan yang hancur, namun terowongan itu sendiri masih kokoh dan bisa digunakan untuk melakukan perjalanan maupun melindungi diri.

Dalam sebuah video yang diunggah ke lama Facebook Daily Mail, diperlihatkan bahwa kondisi terowongan tersebut masih cukup baik. Apalagi setelah konflik panas usai, terowongan tersebut dibersihkan dan diberikan penerangan yang cukup sehingga bisa dimasuki.

Hamas menjadikan Gaza Tunnel sebagai objek wisata

Jika dulunya terowongan-terowongan bawah tanah semacam ini dirahasiakan, kini Hamas justru membukanya untuk publik. Ya, terowongan tersebut dibuka untuk para turis lokal yang ingin mengetahui seperti apa lokasi persembunyian serta penyelundupan senjata yang digunakan Hamas selama masa konflik.

Menjadikan terowongan bawah tanah ini sebagai objek wisata sebenarnya merupakan bagian dari program yang dibuat Hamas untuk memberikan edukasi kepada warga sipil mengenai peperangan dan persenjataan. Hamas juga mengadakan summer camp alias perkemahan musim panas untuk anak-anak dan membiarkan mereka menelusuri terowongan bawah tanah Gaza.


Yang unik dari terowongan bawah tanah Gaza

Jangan dibayangkan terowongan bawah tanah ini gelap, pengap, serta menyeramkan. Terowongan ini sudah disulap sedemikian rupa dan diberikan penerangan yang memadai sehingga cukup nyaman untuk dilewati. Bahkan, di bagian dalam terowongon, tepatnya di sepanjang dindingnya, dipasang foto-foto para pejuang Hamas yang sebagian besar tewas dalam konflik yang terjadi 2 tahun silam.

Terowongan ini sekaligus menjadi saksi sejarah dan juga tur unik bagi warga lokal. Belum dijelaskan apakah turis mancanegara juga diperbolehkan mengunjungi objek wisata baru ini. Tapi yang jelas, saat ini Hamas masih berfokus pada program lokal terutama untuk menarik antusiasme anak-anak.