6 Hal Pemicu sakit Jantung


Ceriwis.info - Anda mungkin berfikir memiliki gaya hidup yang sudah cukup sehat. Namun kadang terdapat beberapa kebiasaan yang secara tak sengaja malah merusak kesehatan jantung Anda.

Mengingat menjaga kesehatan jantung adalah hal yang penting, maka perlu Anda ketahui informasi mengenai kebiasaan yang dapat merusak kesehatannya. Seperti dilansir oleh Allwomenstalk, ini dia kebiasaan tersebut:

Makan terlalu banyak
Mengonsumsi makanan terlalu banyak adalah salah satu kebiasaan buruk. Efeknya adalah Anda mengalami kelebihan berat badan, dan obesitas. Ini jelas berpengaruh terhadap kesehatan jantung, dan dapat merusaknya.

Tidak pernah olahraga
Ya, keduanya buruk bagi kesehatan jantung. Saat olahraga berlebih, Anda membuat jantung bekerja terlalu keras dan itu sangat tak dianjurkan. Apalagi bila sebelumnya Anda tak pernah berolahraga namun kemudian memacu diri untuk habis-habisan berlatih dalam satu waktu. Lakukanlah latihan secara rutin dengan porsi yang seimbang, agar jantung menjadi sehat.

Terlalu banyak garam
Terlalu banyak garam dalam makanan yang dikonsumsi akan meningkatkan tekanan darah tinggi. Resiko stroke, sakit jantung, atau serangan jantung akan makin meningkat dengan tekanan darah tinggi.

Terlalu banyak nonton tv
Salah satu kebiasaan buruk yang memicu sakit jantung adalah duduk berjam-jam. Saat menonton tv, sebaiknya Anda lakukan sambil mengerjakan kegiatan lain, berjalan-jalan di ruang tamu, dan hindari duduk lama. Itu berlaku juga untuk pekerja kantoran sebab mereka ini paling sering duduk lama tanpa berpindah.

Tidak membersihkan gigi
Membersihkan gigi dengan sempurna menggunakan benang floss ternyata berkait dengan meningkatnya penyakit jantung. Ilmuwan menemukan bahwa bakteri yang menumpuk di gigi dapat menyebar ke gusi dan organ tubuh lain termasuk jantung bila tak dibersihkan.

Perokok pasif
Berada di sekitar perokok ternyata dapat berakibat meningkatnya penggumpalan darah dan plak di arteri Anda. Sebuah penelitian menunjukkan hampir 5000 kasus penyakit jantung didiagnosis tiap tahun di AS, berasal dari perokok pasif.