Kembang Kol Berkhasiat Melawan Sel Kanker


Ceriwis.info - Kembang kol adalah jenis sayuran yang tumbuh subur di dataran tinggi. Para ibu kerap menggunakannya sebagai bahan campuran dari sayur sup atau capcay. Walau begitu, banyak yang menganggap kembang kol tak mempunyai nilai gizi, lho. Mungkin karena warnanya yang pucat itu.

Namun faktanya, kembang kol mengandung banyak senyawa sulfur yang membantu organ hati manusia untuk menetralisir racun. Menyajikan kembang kol yang diolah menjadi minuman jus juga terbukti dapat menjadi perisai terhadap berbagai jenis kanker.

Ada pula nutrisi berupa zinc, fosfor, mangan, selenium, magnesium, serta natrium yang ada dalam kembang kol yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Selain manfaat di atas, ada lagi beberapa khasiat kembang kol yang perlu Anda ketahui, lho. Simak seperti di bawah ini:

Mengurangi resiko kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kembang kol dapat mengurangi resiko kanker, di antaranya adalah kanker payudara, kanker paru, kanker kandung kemih, dan lainnya.

Baik untuk jantung. Sayur ini sangat baik untuk kesehatan jantung. Mengonsumsinya secara teratur akan menyehatkan sistem kardiovaskular Anda.

Konstipasi. Bila Anda menderita konstipasi, maka tak ada salahnya minum segelas jus kembang kol. Serat di dalamnya akan mempermudah proses pencernaan dan BAB. Selain itu, kadar kolesterol Anda juga dapat diturunkan dengan minuman tersebut.

Untuk kehamilan. Manfaat dari kandungan folat dan vitamin A serta B pada kembang kol sangat baik untuk pembentukan dan pertumbuhan janin. Para ahli menganjurkan wanita hamil untuk mengonsumsi kembang kol paling tidak satu cangkir per hari.

Untuk sistem imun. Sayur lezat ini juga mengandung antioksidan yang baik sebagai anti-peradangan, sehingga bermanfaat bagi penguatan sistem imun tubuh.

Untuk tulang. Sebagai sayur kaya kalsium, ia sangat baik bagi pertumbuhan tulang. Anak-anak yang sulit minum susu bisa diarahkan untuk makan kembang kol.

Khasiat kembang kol di atas tentunya membuat Anda makin suka mengonsumsinya, bukan?