Zuhairi Misrawi : GP ANSOR jangan terpancing apalgi dijadikan senjata orang politik


Ceriwis.info - Salah seorang Intelektual Muda Nahdlatul Ulama, Zuhairi Misrawi mengatakan ada kecenderungan menarik-narik NU ke ranah politik Pilkada DKI.

Menurutnya, kecendrungan itu didasari perihal kesalahpahaman yang tersebar luas di publik mengenai isu pelaporan Tim Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kesaksian KH. Ma'ruf Amien.

“Ini sangat tidak baik dan tidak sehat. NU adalah ormas yang dalam khittahnya menjaga jarak dengan politik, karenanya seluruh pihak harus menghargai khittah NU 1926 dengan tidak mempolitisasi NU. Warga NU sudah dewasa memilih pemimpin yang terbaik bagi DKI Jakarta,” kata Zuhairi dalam keterangan persnya, Jumat (3/2).

Alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir itu mengatakan, seharusnya masalah tersebut sudah tidak berlanjut. Alasannya, Ahok sudah mengklarifikasi tidak akan melaporkan KH Ma'ruf Amien dan sudah minta maaf.

“Mestinya masalah ini selesai dan isunya tidak lagi digoreng. Saya meminta kader-kader NU yang tersebar di sejumlah partai politik untuk tidak melakukan pemolitikan isu ini,” katanya.

Zuhairi menjelaskan, NU adalah ormas yang mendorong demokrasi berkualitas dan karenanya persoalan Pilkada Jakarta diserahkan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang mempunyai program terbaik dan membawa kemaslahatan bagi warga Jakarta.