Banyak Tertawa Bisa Cegah Pikun di Usia Tua


Ceriwis.info - Tertawa adalah ungkapan emosi positif dan rasa bahagia yang berdampak baik untuk kesehatan. Sebuah studi menyebutkan bahwa dengan tawa, maka risiko mengalami pikun di usia yang masih muda bisa dicegah.

Stres serta depresi merupakan akibat dari tekanan yang dialami oleh psikis seseorang. Makin banyak masalah yang dihadapi, maka kemungkinan dirinya mengalami stres akan makin besar. Masalahnya, akibat buruk stres tak hanya berhenti di situ saja. Ia akan merembet ke berbagai hal seperti memicu penyakit jantung, memicu hipertensi, diabetes, bahkan untuk manula dapat menurunkan daya ingat serta kemampuan berpikir. Di sini lah peran dari emosi positif seperti tertawa itu mengurangi tingkat stres yang dialami seseorang.

Dilansir oleh laman Health Me Up, ilmuwan dari Loma Linda University menyatakan bahwa makin sering orang mengalami stres, maka kemungkinan ia mengalami pikun di usia muda makin besar. Daya ingat juga akan memburuk akibat stres yang berlanjut pada depresi.

Untuk mencegahnya, maka mereka disarankan banyak tertawa karena saat sedang tertawa maka hormon kortisol akan berkurang. Kortisol merupakan hormon stres yang dapat mempengaruhi daya ingat seseorang. Saraf otak pun dapat lebih sehat jika hormon kortisol dihambat pembentukannya.

Saat tertawa, maka saraf tubuh akan jadi lebih rileks dan tenang, serta detak jantung meningkat dan oksigen lebih banyak masuk ke dalam tubuh. Tubuh secara otomatis melepaskan hormon endorfin atau hormon bahagia. Saat hormon endorfin meningkat, maka secara perlahan stres berkurang. Sistem kekebalan tubuh seseorang pun jadi lebih baik dengan adanya hormon endorfin tersebut.

Jadi, jangan ragu untuk tertawa ya. Anda bisa menonton film komedi, bercanda dengan keluarga, atau melontarkan guyonan yang sehat dengan rekan kerja. Selamat tertawa.