Partai NasDem Resmi Mengusung Ridwan Kamil DiPilkada Jawa Barat 2018


Ceriwis.info - Partai NasDem akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Pilkada Jawa Barat tahun 2018. Mereka yakin, pengalaman Ridwan memimpin Bandung selama lima tahun akan menhindarkan mereka dari politik mahar.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa menyebut partainya mendukung Ridwan semata-mata karena pertimbangan kinerja, bukan perhitungan materi. Ia berkata, NasDem berkomitmen tidak menerapkan politik transaksional.

"Kepala daerah korupsi karena biaya politik tinggi. NasDem ingin mengurangi beban politik kepala daerah," ucap Mustofa pada acara deklarasi NasDem untuk Ridwan di Bandung.

Saan menuturkan, NasDem telah berkomunikasi dengan Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional untuk menjajaki koalisi mengusung Ridwan pada Pilkada Jabar 2018. Ia berkata, NasDem akan lebih intensif membuka jaringan untuk Ridwan setelah deklarasi Ahad ini.

Berdasarkan pasal 40 ayat (1) UU 10/2016 tentang Pilkada, hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang bisa mengusung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat tanpa berkoalisi dengan partai lain. Alasannya, PDIP kini memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Barat.

Pada pemilihan legislatif Jawa Barat 2014, Golkar berada di urutan kedua dengan raihan 17 kursi. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sosial berada di posisi berikutnya, masing-masing dengan 12 kursi. Di luar empat partai itu, Gerindra memiliki 11 kursi, PPP (9), PKB (7), NasDem (5), dan PAN (4). 

Jika koalisi yang dijajaki NasDem berujung pada kesepakatan, diakumulasi, gabungan Nasdem, Gerindra, PKB, PPP dan PAN akan memiliki modal 36 kursi. 

Mustofa mengatakan, sebagai partai pertama yang menyatakan dukungan untuk Ridwan jelang Pilkada Jawa Barat 2018, NasDem belum akan menutup kemungkinan koalisi dengan partai manapun. Kami membangun komunikasi dengan semua partai," ujarnya.

Pada pemilihan wali kota Bandung tahun 2013, Ridwan dan pasangannya, Oded Muhammad Danial, diusung Gerindra dan PKS. Kala itu mereka meraih 45,24 suara, unggul jauh dari tujuh pasangan lain yang berpartisipasi pada pilkada tersebut.